Corporate Vision
"To become a leading agri-based company that contributing prosperity
to shareholders and consumers by providing expert-based products
and services born from best innovation"
Investment & Joint Venture Asset-based Business Science-based Business Consumer Business Services Business
 

MAIN MENU
Home
About Us
News
Contact Us
 
CORPORATE
Vision
History
Legal Aspect
 
LINKS
Institut Pertanian Bogor
IPB ICC
Agrifresh
Agrifun
Agricafe
 
Locations of visitors to this page
Powered by  MyPagerank.Net
USER STATISTICS

31644

Pengunjung hari ini : 6
Total pengunjung : 6235

Hits hari ini : 7
Total Hits : 31644

Pengunjung Online: 2

NEWS
Senin, 04 Januari 2010
Pakar IPB Kupas Teknologi Pemisah Daging dan Ikan
Ditulis Oleh : Administrator
Fenomena nelayan yang membuang ikan-ikan yang memiliki nilai ekonomi rendah ke laut sungguh mengkhawatirkan. Selain dapat mencemari ekosistem di laut juga merupakan pemborosan akan sumber daya alam yang tuhan berikan untuk umatnya, demikian Prof. Ari Purbayanto dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perairan IPB dalam Dialog Sore RRI Bogor (20/10) yang bertemakan Teknologi Mesin Pemisah Daging dan Tulang. Menurutnya ikan-ikan yang dibuang jumlahnya bisa mencapai hingga 332 ton. Jumlah tersebut didapatkan berdasarkan pengalamannya menghitung diperairan Arafura. Sehingga prof. Ari tergerak untuk mengadakan penelitian bagaimana supaya ikan-ikan tersebut dapat memiliki nilai jual tinggi

 Lebih lanjut ia menambahkan selama ini masyarakat nelayan memanfaatkan ikan-ikan ekonomis rendah hanya dengan dibuat ikan asin dan terasi. Berdasarkan pengalaman studi di jepang yang sebagian besar masyarakatnya mengkonsumsi daging ikan yang telah dilumatkan (Surimi) akhirnya terciptalah produk-produk berbasis surimi. Terkait dengan teknologi Pemisah daging dan tulang ikan hasil inovasinya, Prof.Ari mengatakan" Mesin ini memang kami ciptakan untuk mengekstraksi atau memisahkan daging dan tulang ikan untuk ikan-ikan ekonomis rendah dengan cara menghilangkan kepala dan isi perut kemudian kita cuci dengan air laut atau air tawar lalu kita masukkan ke dalam corong input ke mesin kemudian ikan tersebut akan digiling layaknya gilingan padi. Dalam proses penggilingan tersebut akan terjadi proses pemisahan, daging akan masuk ke outlet daging dan tulang dan sisik-sisiknya akan keluar ke ruangan tulang ".

Surimi ini bisa dicampur dengan bahan makanan seperti trio protectan yang dapat mempertahankan mutu dari ikan tersebut. "Kita bisa mengolahnya menjadi bakso, cheese burger, otak-otak atau sosis. Mesin tersebut menurut prof. Ari relatif lebih murah dibanding mesin produk luar seperti thailand, RRC dan jerman yang harganya bisa dua kali lipat bahkan mungkin 5 kali lipat dari produk ini." Kalau produk kami satu unit dengan kapasitas 80 Kg bisa dijual 20 juta sedangkan produk Cina bisa mencapai 30 bahkan 40 juta kalau produk Jerman diatas 50 juta sehingga sangat kompetitif sekali dan sangat memungkinkan untuk dibeli oleh pengusaha kecil dan menengah. Mesin ini sudah diuji oleh Alsintan, Alsintan adalah satu lembaga atau balai pengujian alat dibawah Departemen Pertanian,"tandasnya.(dh)


Sumber : www.ipb.ac.id

[ Kembali ]